Bahayakah Susu Kambing ?

Eforia masyarakat tentang khasiat susu kambing yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, memang sangatlah menggembirakan. Disaat biaya pengobatan yang sangat tinggi ditambah bayang-bayang resiko efek samping mengkomsumsi obat-obatan kimia terhadap organ tubuh yang lain bukanlah isapan jempol belaka

Namun memilih susu kambing sebagai alternatif pengobatan berbagai macam penyakit bukan tanpa resiko. Maka dari itu ke hati-hatian dan ketelitian sebelum membeli menjadi syarat mutlak bagi calon pembeli, jangan hanya terpaku pada kemasan, tampilan, rasa dan murahnya saja suatu produk yang  dijual peternak, distributor ataupun agen susu kambing

Ada beberapa kandungan residu (sampah) yang perlu diwaspadai :

  1. 1.       Kadar Residu Mikrobiologi

Perlu diketahui bahwa dalam semua susu kambing segar (fresh) tidak akan terhindar dari bakteri, karena susu dihasilkan oleh binatang hidup yang didalam tubuhnya hidup jutaan bakteri sebagaimana dalam tubuh manusia pun mengandung jutaan bakteri baik yang menguntungkan/bermanfaat maupun yang berbahaya. Hal tersebut hanya dapat diketahui melalui uji laboratorium untuk mengetahui jumlah dan jenis bakteri yang terkandung.

Mengingat tingginya biaya uji laboratorium tidak semua peternak kambing perah punya kemampuan untuk mengujikan hasil produk susunya ke laboratorium. Padahal standar nasional Indonesia (SNI) No. 7388 tahun 2009 menyatakan bahwa standar maksimal bakteri yang terkandung pada susu fresh berjumlah 1.000.000 per ml

Namun masyarakat tidak perlu khawatir karena indikator awal susu kambing tersebut mengandung bakteri yang lebih rendah dari standar SNI dapat diketahui melalui aromanya. Bila Aroma yang tercium pada susu kambing sangatlah sedikit bahkan hampir tidak ada, ini pertanda kebersihan lingkungan dan kehigenisan peralatan kandang telah dijaga dengan ketat. Mengapa demikian ? karena susu sangat peka dan mudah menyerap bau lingkungan sekitarnya, maka jangan heran bila aroma kandang pada susu akan tercium bau menyengat ketika kebersihan kandang kambing tidak maksimal

  1. 2.       Kadar Residu Antibiotika / Kimia

Sebagaimana kita ketahui kualitas susu yang baik dihasilkan oleh hewan ternak yang sehat, sehingga seluruh peternak berupaya agar binatang peliharaannya terjaga kondisinya. Selain menjaga kebersihan kandang, sumber pakan dan nutrisi juga merupakan hal yang tidak boleh luput dari perhatian, bila sumber pakannya tidak diperhatikan dengan baik maka hal tersebut akan berdampak langsung pada kesehatan hewan ternak. Namun terkadang peternak memberikan obat-obatan kimia kepada kambing yang sedang laktasi agar tetap sehat dan susunya bisa dijual belikan

Walaupun Standar Nasional Indonesia Indonesia (SNI) No. 01-6366 tahun 2000 memberikan toleransi kandungan kimia pada susu kambing fresh sebesar 0,1 mg per ml, Namun alangkah baiknya penggunakan antibiotika pada hewan ternak bisa dihindari, sebagai alternatifnya dapat menggunakan bahan obat-obatan dari alam (herbal), guna meningkatkan kesehatan hewan ternak terutama yang sedang diperah.

  1. 3.       Kadar Residu Logam Berat

Selain bakteri dan bahan kimia yang harus diperhatikan, logam berat adalah termasuk residu berbahaya yang seharusnya tidak terdapat pada susu. Zat ini tidak akan bisa meghilang walaupun susu tersebut dimasak mendidih hingga suhu diatas 100 derajat. Mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) No. 7387 tahun 2009 mencantumkan standar ketat hingga 0.02 per mg/kg terutama untuk logam berat berjenis Timbal/Plumbum (Pb).

Plumbum/Timbal adalah logam berat yang terdapat pada polusi udara tinggi, yang bersumber dari asap kendaraan bermotor, tingginya polusi udara dapat langsung merusak paru-paru manusia maupun binatang. Bagaimana Logam berat berjenis Timbal bisa masuk ke dalam susu kambing ? hal ini disebabkan karena hewan ternak telah mengkonsumsi rumput yang sudah terkena polusi udara seperti rumput yang berada di sekitar pabrik atau dipinggir jalan.

Efek paling yang jelas terlihat bila mengkonsumsi susu yang mengandung Timbal (polusi tinggi) dalam jangka panjang adalah gangguan fungsi ginjal, maka tidak heran bila orang yang sedang mengalami gangguan ginjal dilarang oleh dokter ahli penyakit dalam untuk mengkonsumsi semua jenis susu baik bubuk maupun cair

Kekhawatiran terhadap kandungan 3 point diatas bukanlah alasan bagi kita untuk kemudian meninggalkan konsumsi susu kambing yang sudah banyak membantu proses penyembuhan banyak orang. Namun artikel ini bertujuan untuk peningkatkan kualitas susu kambing dilevel peternak dengan sikap kiritis konsumen, Adapun caranya adalah menyarankan peternak untuk melakukan uji laboratorium hasil produksi susunya sebelum dijual kepada pelanggan.

Kami yakin masyarakat Indonesia semakin lama semakin cerdas. Sehingga dapat memilih yang terbaik bagi mereka agar tujuan yang baik, betul-betul mendapat manfaat yang baik dari mengkonsumsi susu kambing (ditulis oleh : Ridwan Munir)

Hasil Uji Laboratorium Susu Kambing Organik

Manfaat Mengkonsumsi Plasenta Kambing

Siapa sangka bahan primadona untuk menghindari kerut kulit dan penuaan dini itu berasal dari secuil plasenta?

Penggunaan ekstrak uterus (plasenta) bukan ‘barang’ baru sebetulnya. bahan itu dipakai sebagai salah satu ingredient dalam kosmetika pertama kali pada tahun 1940- an. Saat itu produsen mempromosikan produk yang mengandung plasenta tersebut sebagai suatu produk yang memiliki keunggulan, yaitu memberikan efek hormonal seperti menstimulasi pertumbuhan jaringan dan menghilangkan kerutan di wajah.

Penggunaan plasenta ekstraks kembali mencuat pada era tahun 70-an. Sejarah itu dimulai ketika tahun 70-an terjadi perjanjian komersial antara Kuba dan Perancis. Saat itu Kuba mengekspor plasenta manusia sebanyak 40 ton pertahunnya ke Prancis.

Pada saat yang sama, Dr Carlos Miyares Cao, yang merupakan ahli dalam Gynecology, Obstetric dan Farmakologi dan juga seorang professor dari Medical School, Universitas Kuba, Havana, melakukan penelitian serta menemukan suatu bahan yang dapat merangsang aktivitas pigmentasi kulit saat ia mempelajari metabolisme dari plasenta hidup di laboratoriumnya.

Bahan yang ada dalam plasenta tersebut diketahui dapat mengatasi penyakit kulit yang disebut sebagai vitiligo. Karenanya berdasarkan penemuan tersebut, maka pada tahun 1980-1982 ekspor plasenta manusia ke Perancis dihentikan. Saat itulah Kuba memulai memproduksi suatu obat baru yang dikenal sebagai Melagenina yang merupakan obat yang didistribusikan hanya melalui resep.

Melalui lembaga Placental Histotherapi Center, Dr Carlos Miyares Cao dan timnya membuktikan bahwa plasenta manusia memberikan efek yang cukup besar dalam mengurangi proses penuaan sel. Sejak itulah banyak perusahaan lain yang mengadopsi temuan baru itu. Apalagi dalam dunia pengobatan Barat, plasenta dianggap tidak lebih dari sekedar buangan rumah sakit.

Plasenta adalah organ yang berbentuk vascular yang berkembang didalam uterus selama kehamilan. Merupakan penghubung antara kebutuhan janin calon bayi dengan ibunya. Karenanya plasenta merupakan bahan yang kandungan nutrisinya sangat kaya.

Plasenta mengandung hormon yang dapat menstimulasi jaringan pertumbuhan yang kemudian di klaim mampu menghilangkan kerutan jika digunakan sebagai bahan kosmetika. Dalam bahan ini terdapat larutan amniotik dan kolagen.

Plasenta untuk kosmetika dapat berasal dari hewan (mamalia) seperti sapi, kambing,babi, dan manusia. Kandungan nutrisinya yang tinggi membuat plasenta menjadi suatu bahan primadona. Plasenta dalam bentuk ekstrak berfungsi untuk membantu meningkatkan kemampuan kulit menyerap oksigen, menstimulisasi metabolisme sel, dan meningkatkan reproduksi sel. Bahkan plasenta memiliki sifat immunostimulator.

Dari mana sumber plasenta yang beredar di pasaran? Sebuah perusahaan kosmetika di Australia mengklaim bahwa sumber plasenta yang digunakan dalam produk kosmetika mereka berasal dari biri-biri atau domba. Demikian juga dengan suatu perusahaan kosmetika di Taiwan menggunakan plasenta yang berasal dari kambing atau domba.

Lalu bagaimana dengan plasenta manusia? Apakah kemungkinan digunakan pada kosmetika yang beredar? Yang jelas dari suatu informasi, dikatakan bahwa perusahaan farmasi di Perancis mengimpor setiap tahunnya 360 ton plasenta dari rumah sakit untuk selanjutnya dimanfaatkan untuk membuat suatu protein, albumin, dan membuat enzim yang ditujukan untuk mengobati orang yang mengalami gangguan genetis.

Lalu, bagaimana status penggunaan plasenta dalam kaidah Islam? Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah membuat garis yang jelas: bila plasenta manusia yang digunakan, maka haram hukumnya. bagaimana jika plasenta berasal dari hewan? Bila plasenta itu berasal dari hewan yang diharamkan, maka haram pula hukumnya. Sedang untuk plasenta yang berasal dari hewan halal, maka saat ini masih dibahas di Komisi Fatwa MUI. disarikan dari Jurnal Halal LPPOM MUI

Kosmetik Mengandung Plasenta

1.Nature Beauty Souvenir Gift Set. Kandungan produk ini adalah: plasenta krem, lanolin krem, masker Lumpur, gel royal jelli

2.Plasenta Serum Gold : Klaim produk ini ditujukan sebagai serum anti aging. Selain mengandung plasenta juga mengandung marine kolagen. Produk ini membantu menstimulat pertumbuhan sel kulit .

3.Plasenta (ovine) Cream. Produk ini mengandung plasenta yang berasal dari kambing atau pun domba memiliki fungsi sebagai anti wrinkle.

4.Plasenta Anti Wrinkle Cream. Produk ini diklaim kaya nutrisi (yang berasal dari plasenta) diperkaya dengan konditioner kulit alami yaitu Bee propolis, SPF8 sunscreen , lanolin dan vitamin E untuk kesehatan kulit.

Disadur dari :

http://koran.republika.co.id/berita/20541/Plasenta_Manusia_dalam_Kosmetik_Kita

Susu Kambing Mengakhiri Kisah Penderita Hepatitis

Kehadiran sang jabang bayi di rahim Elis tidak disambut suka-cita. Hatinya justru resah. Ia khawatir dirinya mewariskan virus hepatitis B yang telah 10 tahun bersarang ditubuh. Hasrat menggugurkan janin sempat terlintas di benak ibu 35 tahun itu.

Elis resah membayangkan penderitaan yang akan di lalui anaknya jika kelak terlahir ke dunia. Maklum, ia tahu betul betapa perihnya nestapa akibat ganyangan virus hepatitis yang ia  alami sejak 1998. Nestapa itu bermula tatkala Elis mengeluh sakit tak terperi di ulu hati. Ia yang saat itu berusia 25 tahun menduga dirinya sakit mag. “Makan saya memang tidak teratur,” katanya. Kesibukan membantu suami mengelola toko bahan bangunan membuatnya berpaling dari pola hidup sehat.

Perih di ulu hati kian menjadi-jadi. Rahmat Afandi, suami Elis, segera memboyong istri ke dokter spesialis pemyakit dalam di daerah Tomang, Jakarta Barat. Hasil diagnosis dokter, Elis menderita mag kronis. Dokter pun memberikan obat untuk mengurangi asam lambung berlebih-penyebab mag. Setelah mengkonsumsi obat, kondisi Elis kembali pulih.

Kemoterapi

Beberapa waktu kemudian rasa sakit kembali menyambangi ulu hati Elis. Kali ini kondisinya bertambah buruk. Perut kian membuncit. “Seperti hamil 7 bulan,” ujarnya. Sekujur tubuh pucat dan lunglai. Bila telapak tangan ditekan dengan  jari, tak kembali memerah. Keduanya dingin.

Khawatir kondisinya kian memburuk, Rahmat pun segera bertolak ke RS Pelni, Jakarta Pusat. Disana Elis dirawat di instalasi gawat darurat. Setelah darah diperiksa dan perutnya dipindai dengan ultrasonografi (USG), teka-teki penyebab sakit Elis akhirnya terjawab. Ia terjangkit virus hepatitis B. Kadar HVDNA positif pada darah mencapai 1.527 pg/ml. Itu menunjukkan kadar virus hepatitis yang bersarang di aliran darah. Hasil USG menunjukkan, separuh hatinya telah mengeras alias sirosis.

Elis tak menyangka dirinya berada diambang maut. Bayangan ajal sempat melintas di pikirannya yang sedang galau. Namun, Elis tak mau pasrah begitu saja menghadapi vonis dokter. Ia pun menanyakan peluang kesembuhan bakal diraih. “Kami hanya bisa berusaha. Perkara kesembuhan itu ada di tangan Tuhan,” kata Elis menirukan usapan dokter ketika itu.

Dokter menyarankan agar Elis menjalani terapi 3TC, salah satu terapi untuk menghalau virus hepatitis yang  mengganas di tubuhnya. Ia mesti rutin mengkonsumsi obat berupa kapsul sekali sehari dan tidak boleh terlewat. Ia juga mesti rutin diperriksa setiap bulan untuk memantau perkembangan virus.

Purnama demi purnam ia lalui. Tak terasa 2 tahun ia sudah menjalani terapi. Namun, alamat kesembuhan tak jua tampak. Jumlah virus dalam darah berfluktuasi. Suatu kali jumlah virus anjlok hingga 32 pg/ml. Tak lama kemudian jumlahnya kembali melonjak. Melihat hasil yang tidak stabil, dokter menyimpulkan terapi itu gagal. Padahal, pada sebagian besar pasien hepatitis B, terapi 3TC tergolong tokcer. Keberhasilan terapi tergantung kecocokan dengan tubuh si pasien. Kegagalan itu mungkin disebabkan tubuh menolak reaksi obat,” kata Elis mengulang ucapan dokter.

Interferon

Pada 2001, Elis kembali disarankan menjalani terapi. Kali ini jenis obat yang digunakan adalah interferon. Obat itu disuntikan melalui pembuluh darah. Dalam sepekan, Elis mesti menjalani 3 kali terapi di RS Pelni. Menurut Prof Dr dr Nurul Akbar SpPD KGEH, ahli hepatologi di Jakarta, interferon dikenal kalangan medis berfaedah memperbaiki hati. “Namun, tingkat keberhasilan interferon hanya 10-15%,: kata Nurul. Meski di lapangan interferon sanggup mengurangi penderitaan akibat hepatitis sebanyak 40%, tapi kemampuannya memusnahkan virus masih kecil.

Itulah yang dirasakan Elis. Setahun terapi, lagi-lagi tak menampakan hasil. Virus hepatitis tak juga beranjak dari tubuhnya. Bahkan efek samping dari terapi mulai tampak.”Rambut saya rontok dan tubuh lemas terus,: kata Elis. Ia pun memutuskan berhenti terapi.

Pada 2003, Elis kembali menjalani terapi. Ketika itu pemerintah mendatangkan obat baru yang konon ampuh mengentaskan virus hepatitis di negara asalnya. Namun, baru beberapa bulan mengkonsumsi obat, efek samping mulai terasa. “Sumsung tulang belakang saya seperti tersedot, sakit sekali. Lidah saya tak terasa, nasfu makan hilang, tubuh saya juga lemas,” katanya.

Meski harus bergelut rasa sakit, Elis bertekad meneruskan terapi. Seraya menjalani terapi, Elis tak tinggal diam. Ia getol berburu informasi tentang obat hepatitis di berbagai media. Begitu juga Rahmat. Ia menyambangi pasar Glodok yang marak penjaja obat tradisional cina. “Saya beli obat cina yang berharga jutaan rupiah,” kata Rahmat.

Susu kambing

Lagi-lagi jerih payahnya itu kandas. Alih-alih membawa kesembuhan, malah ngilu di sekujur tubuh yang didapat. Suatu ketika, masih 2003, sebuah media swasta mempublikasi acara  yang mengupas faedah susu kambing bagi kesehatan. Karena penasaran, Elis menghubungi redaksi media itu dan meminta nomor telepon peternak yang menjual susu kambing ettawa. Ia bersama suami kemudian mengunjungi peternak itu di Bogor.

Tiba di rumah, Elis mengkonsumsi susu kambing hingga 2 liter perhari. Ia juga tetap mengkonsumsi obat terapi. Beberapa bulan mengkonsumsi susu kambing, alamat kesembuhan mulai terasa. “Rasa sakit dan lemas yang biasanya dirasakan selama terapi kini berangsur hilang. Badan saya lebih bugar,: katanya. Pada 2004, sang suami mengajak Elis bertolak ke luar negeri. “Ketika tiba di tanah air , tubuh saya tetap bugar,” imbuh ibu 2 anak itu. Ia akhirnya menghentika terapi dan hanya mengkonsumsi vitamin.

Bukti kesembuhan itu juga datang ketika jabang bayi hadir di rahim Elis. Rasa terkejut, bahagia, dan resah bercampur-aduk dalam batin Elis. “Saya terkejut. Orang yang sedang kemoterapi biasanya mustahil bisa hamil karena efek samping terapi yang menyebabkan rahim menjadi kering”,katanya. Ia juga bahagia karena telah 10 tahun tidak menimang-nimang sang bayi.

Di balik kebahagiaannya itu, Elis juga menyimpan resah yang mendalam. Ia khawatir virus hepatitis B juga bersarang di tubuh sang bayi. Keresahan itu terus membayangi hari-harinya menjalani kehamilan. Selama hamil, Elis tetap rutin mengkonsumsi susu kambing.

Hari yang dinanti akhirnya tiba. Pada November 2005, anak keduanya itu lahir. Yang paling menggembirakan, hasil pemeriksaan darah menunjukkan, tak satu pun virus hepatitis bersarang di tubuh anaknya. Kebahagiaan Elis pun kian membuncah ketika dokter mengatakan kondisi hati Elis kian membaik. Hati yang tadinya mengeras akibat sirosis, perlahan di tumbuhi sel-sel baru. Ia pun hanya disarankan memeriksakan diri 3 bulan sekali.

Asam lemak

Bagaimana peran susu kambing membantu penyembuhan hepatitis? Menurut Dr H.P Maree, MBChB, dari Schweizer Reneke, Transvaal Barat, Afrika Selatan, susu kambing kaya asam lemak rantai sedang berkhasiat. Total jumlah asam lemak jenuh rantai sedang pada susu kambing hampir setara air susu manusia.

Kandungan asam laurat-yang juga terdapat pada virgin coconut oil (VCO)-susu kambing  mencapai 4,5% pada air susu manusia 5,8%. Susu kambing juga mengandung asam kaprat paling tinggi ketimbang air susu manusia dan sapi yaitu 2,2%. Sedangkan air susu manusia hanya 0,3% dan sapi 1,2%. Asam laurat dan kaprat dikenal sebagai antivirus.

Susu puan-sebutan lain susu kambing-juga mengandung niasin yang mencapai 0,676 mg, lebih tinggi daripada susu sapi, 0,261 mg. Menurut Dr. Elvina Karyadi MSc, ahli gizi masyarakat Universitas Indonesia, suplemen vitamin B3 atau niasin biasanya diberikan pada pasien yang sedang menjalani kemoterapi untuk mengurangi efek toksis kemoterapi. Oleh sebab itulah ketika menjalani terapi, tubuh Elis tetap segar.

Disadur dari majalah Trubus Edisi 448 – Maret 2007/XXXVIII 

Produk-Produk Kesehatan dan Kecantikan Alami

Sesuai dengan perkembangan Teknologi dan Zaman, saat ini telah diteliti beberapa produk yang direferensikan oleh orang-orang terdahulu baik pada zaman sebelum maupun sesudah masehi. Yang hasilnya sungguh sangat menggembirakan bahwa metode yang dilakukan oleh orang-orang terdahulu mampu mengatasi berbagai macam penyakit yang sering timbul pada saat sekarang ini diantaranya Habbatussaudah dan ramuan asal cina kuno.

Dengan senang hati kami sampaikan beberapa produk yang dapat dijadikan bahan pendukung untuk menjaga kesehatan dan kecantikan alami diantaranya :

1. Susu Kambing Bubuk

 

Kemasan Aluminium Foil 250gram Rp. 50.000,- dan Rp. 55.000,-

 

2. Plasenta Kambing bubuk 

1 botol 50 gram Rp. 155.000,-

 

3. Susu Kambing Tablet

Botol Plastik 150 butir Rp. 106.000,-

 

4. Sabun susu kambing (padat)

1 Batang 100 gram  Rp. 50.000,-

 

5. Sari Kurma Ajwah

Botol Plastik 300 gr Rp. 25.000,-

 

6. Masker atau lulur Susu kambing

Ukuran 125 gram Rp. 50.000,-

 

7. Minyak Habbatussaudah

Botol Plastik 60 kapsul Rp. 35.000,-

 

8. Tahu Susu

Kemasan Plastik 6 pcs Rp. 5.000,-

YANG MENGUSIR PENYAKIT DIABETES

Serta merta tangan Rossana-yang bersangkutan enggan disebut namanya-asyik menggaruk kaki yang gatal. Bekas garukan itu berubah menjadi luka. Semula kecil tetapi kemudian  luka itu melebar dan sulit kering. Kejadian itu berulang-ulang, setiap gatal tangannya refleks menggaruk dan esoknya menjadi luka.

Itulah sebabnya ia kadang menahan tangan untuk tak menggaruk bagian tubuh yang gatal. Gangguan kesehatan lain juga muncul ketika usianya 47 tahun. Frekuensi berkemih lebih tinggi. Ketika malam, ia sampai 7 kali buang air kecil. Padahal, sebelumnya tak pernah. Bolak-balik ke peturasan ketika malam jelas mengganggu tidur Rossana. Pada siang hari juga demikian. Celakanya, pandangan matanya kabur. “aktivitas sehari-hari sering terganggu” kata Rossana.

Khawatir keadaan tambah memburuk, Rossana melakukan general Chek Up di sebuah rumah sakit di Purwokerto, Jawa Tengah. Hasilnya kadar gula darah mencapai 370 mg/dl. Ia positif menderita diabetes mellitus (dari bahasa Yunani : diabetes = urine berlebih, mellitus = madu).

Padahal dalam kondisi normal, kadar gula berkisar 100-140 mg/dl. Sejak itu pula ia harus menjalani diet ketat. Konsumsi nasi dibatasi, tidak boleh lebih dari ľ piring. Ia melupakan hobinya menyantap berbagai penganan berbahan baku kacang-kacangan. Tak lupa, penyuka menyulam itu harus berhenti mengkonsumsi gula.

Menurut dr. Eduard Hutabarat, dokter di Cibubur Jakarta  Timur, kekurangan hormon insulin dan konsumsi gula berlebih memicu diabetes mellitus, Rossana mempunyai kebiasaan yang mengundang diabetes mellitus. Saban pagi ia menyeruput segelas teh manis. Segelas teh manis lain ia minum saat petang. Setiap kali menikmati teh panas, kue-kue manis menjadi kudapan.

HERBAL

Pemicu lain berupa kekurangan mineral-mineral tertentu yang diperlukan untuk metabolism pankreas. Akibatnya pankreas gagal memproduksi hormone insulin.Hormon itu berperan mengatur kadar gula darah. Jika kadar gula darah melebihi normal, menyebabkan ginjal ikut mengeluarkan gula bersamaan dengan urine.  Sayangnya perempuan 50 tahun itu juga tidak pernah berolah raga. Tanpa disadari menimbun gula dalam darah.

Gula bersifat menarik cairan sehingga volume urine berlebih. Dampaknya penderita kerap bolak-balik ke kamar kecil seperti dialami oleh Rossana. Cairan banyak yang hilang menyebabkan gampang sekali haus, selain itu glukosa yang terbuang bersama air kemih menyebabkan tubuh kehilangan energy. Tubuh akhirnya gampang lelah dan mudah lapar. Tak jarang hilangnya energy juga membuat penderita diabetes mudah mengantuk. Kondisi itu jelas mengganggu aktivitas Rossana yang terbilang aktif.

Belum lagi gangren alias luka yang tak kunjung sembuh di kakinya. Tubuh gagal metabolism gula menjadi adenosine tripospat (ATP) sehingga sel mati dan luka tak kunjung sembuh. Oleh karena itu ia ingin segera mengakhiri gangguan kesehatan itu. Ia menuruti saran teman-temannya untuk mengkonsumsi ramuan herbal. Ketika belanja ke pasar, Ibu 3 anak itu membeli beberapa bungkus herbal. Sayangnya Rossana tak mengetahui jenis herbal itu.

Ia menyeduh 4 sendok serbuk jamu dalam 1 gelas air panas. Dalam sehari ia mengkonsumsi 1 kali. Sebulan setelah rutin mengkonsumsi ramuan itu, tanda-tanda kesembuhan mulai tampak, kadar gula darahnya turun menjadi 230 mg/dl. Namun hingga 6 bulan kemudian, kadar  gula darah tak bergeming dari angka 230 mg/dl.

HILANG GATAL

Setelah mencoba herbal lain, Rossana akhirnya tertarik mengkonsumsi susu kambing. Produk itu diperoleh dari kambing peranakan ettawa (PE). Informasi khasiat susu kambing ia peroleh dari sebuah media. “kebetulan di dekat tempat tinggal saya ada peternakan kambing perah” katanya. Rossana pun memesan 10 kantong susu puan –nama lain susu kambing- masing-masing berisi 200 ml. Susu Kambing murni  itu ia konsumsi 2 kali sehari masing-masing 1 kantong sebelum sarapan dan makan malam.

Baru 3 hari mengkonsumsi, ia merakan perbedaan “rasa gatal mulai berkurang dan tidur terasa enak” ujar Rossana. Konsumsi susu kambing pun ia lanjutkan. Setelah 2 bulan, ia kembali mengecer kadar gula darah. Hasilnya menggembirakan “Nilai gula darah turun ke angka 145 mg/dl.” Katanya. Pengecekatan terakhir pada Maret 2007, kadar gula darahnya normal. Pandangan mata yang kabur sedikit demi sedikit menghilang. Badan pun dirasa lebih segar dan bertenaga.

Menurut Zen Djaja MD, dokter di Malang, Jawa Timur, susu kambing ampuh mngatasi diabetes lantaran produk itu kaya nutrisi. Kekurangan Nutrisi juga memicu diabetes mellitus karena produksi insulin oleh pankreas terhambat. Susu kambing kaya protein dan asam amino menambah nutrisi tubuh menjadi lebih baik, pankreas bekerja optimal untuk memproduksi insulin.

Elliot K Greenwood periset Massachussets State Collage and Agricultural Experiment station, Amherst Amerika Serikat, menemukan protein A2 beta-casein dalam susu kambing. Protein itu berbeda dengan kerabatnya dalam susu sapi, A1 beta-casein yang dituduh memicu diabetes. Sedangkan A2 beta-casein aman  bagi penderita kencing manis.

Disadur dari Majalah Trubus 480 edisi maret 2008 oleh Ridwan Munir, www.susukambingorganik.com

SUSU KAMBING HAMBAT INFEKSI VIRUS HIV

(www.radarsorong.com, Kamis 23 Agustus 2007)

 

SORONG– Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sorong, drh Soepadmo M.Si mengemukakan bahwa susu kambing dapat menghambat atau menghadang infeksi virus HIV penyebab penyakit AIDS. “Penelitian Yoshida dari Kotasato Institute Medical Centre Hospital di Jepang menemukan susu kambing bersifat penghadang infeksi virus enterovirus, dimana penelitiannya berhasil menemukan efek anti virus pada tikus percobaan terinfesi virus HIV. Dalam percobaannya, tikus yang diberi minum susu kambing selama 2 minggu mengakibatkan aktivitas CD4 dan sel T. Artinya tidak ada efek antivirus yang bekerja, susu kambing juga meningkatkan respon kekebalan secara spesifik,”ujar drh Soepadmo dalam tulisannya yang diterima Radar Sorong kemarin.

Dikatakan, didalam susu kambing mengandung asam kaprat dan caurut yang berfungsi sebagai antivirus HIV. Dimana asam kaprat yang terdapat dalam susu kambing adalah yang paling tinggi (2,2%) bila dibandingkan dengan yang terdapat dalam susu ibu yang hanya 0,3% atau susu sapi (1,2%). Kolostrum susu kambing atau susu sapi mengandung transfer factor (TF) yang merupakan molekul halus yang dihasilkan tiga hari awal menyusui. “Tranfert faktor berperan antara lain meningkatkan aktifitas sel NK (Natural Killer) sebanyak 200-400%. Sel NK adala hpembasmi sel-sel yang terinfeksi penyakit. Tranfer Factor juga menenangkan sistim imun yang terlalu aktif,”jelasnya.

Ditambahkan, bahwa susu kambing mampu membantu mengatasi beragam penyakit dimana menurut Dr Happy, susu kambing meningkatkan daya tahan tubuh. Senyawa yang bertanggung jawab terhadap kekebalan tubuh yakni fluorin. Kandungan fluorin dalam susu kambing 10 sampai 100 kali lebih banyak daripada susu sapi. ”Susu kambing mengatasi penyakit secara tidak langsung dengan meningkatkan kekebalan tubuh,”katanya. Adapun mekanisme susu kambing meningkatkan kekebalan tubuh sesuai apa yang disampaikan Dr Rini Damayanti MS, katanya, dengan mendongkrak daya Fagositosis. Fagositosis sendiri merupakan proses untuk mengatasi bakteri atau benda asing dengan cara melapisi bakteri atau benda asing setelah melekat di Makrograf. ”Sekarang kenapa kita tidak minum susu kambing, susu kambing mempunyai khasiat yang luar biasa. Bagi penderita HIV, coba minum susu kambing karena karena akan meningkatkan kekebalan tubuh. Bila ingin sehat dan bugar setiap hari, minumlah susu kambing,”tegasnya.(ian)

oleh : Ridwan Munir : www.susukambingorganik.com

Jantung Dan Mag Takluk Sekaligus Oleh Susu Kambing

Drama Rembang petang pada medio Agustus 2005 itu menguak kesehatan Khusiah.saat itu perempuan 52 th itu hendak beristirahat ketika mendadak sesak napas dan dada nyeri.  Penyakit itu baru pertama kali menyerang tubuh ringkihnya. Senja itu ia nyaris tak sadarkan diri, seisi rumah panik.

Suaminya Hamdan Yuwafie, bergegas membawa Khusiyah ke RS ZamZam di Jatibarang, Indramayu. Ibu 5 anak itu segera di tangani di ruang gawat darurat. Hasil foto rontgen menunjukan, jantung membengkak akibat pembuluh darah yang tersumbat lemak.

Menurut Prof Dr dr Budhi Setianto,Spjk (k), dari Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta, penyakit jantung koroner berhubungan dengan pembuluh darah koroner yang mengalirkan darah ke otot-otot jantung. Pembuluh darah itu menyempit karena tumpukan lemak akibat kadar kolesterol tinggi.

Gejala yang di alami Khusiah seperti nyeri dada dan sesak napas karena kelainan jantung. Kelainan itu akibat detak jantung terlalu lemah sehingga jantung gagal memompa darah ke otak. Akibatnya otak kekurangan oksigen dan akhirnya pusing pada bagian tubuh lain, kekurangan oksigen dalam darah menyebabkan bagian tubuh itu sakit, itulah yang dialami Khusiah ketika dada kirinya sakit.

           

AKIBAT MAG

Jantung koroner yang di derita Khusiah akibat mag akut, ketika menikah 30 tahun lalu, Khusiah memang sudah mengidap mag.”Bila sedang kambuh, lambung sakit dan mual sehingga kerap muntah,”ujar Hamdan. Untuk meredam sakit Khusiah mengkonsumsi 1 tablet obat mag dari warung. Suatu hari derita mag itu mengantarkan Khusiah ke ruang dokter. Dokter menyarankan agar agar ia tidak terlalu banyak mengkonsumsi obat warung. Atau,’bila terasa perih, segera makan,” kata Hamdan yang menyertainya menirukan ucapan dokter. Khusiah pun menuruti saran itu.

Semakin sering magnya kambuh frekuensi makan Khusiah pun terus bertambah. Bobot tubuh yang tingginya sekitar 155 cm itu perlahan beranjak naik hingga 75 kg. Hamdan menduga bobot tubuh berlebih menjadi biang serangan jantung yang mendera istrinya.

 

SUSU KAMBING

Dokter di RS Zamzam menyarankan agar Khusiah di rawat inap untuk mendapatkan perawatan intensif. Selama perawatan dokter memberikan beberapa jenis obat. Tiga hari berselang kondisi tubuh Khusiyah tak juga menunjukan tanda tanda kesembuhan. Salah seorang rekan Hamdan menyarankan agar Khusiyah di rawat ke RS Pertamina, Klayan Cirebon. Ia menuruti, akhirnya Khusiyah dirujuk ke rumah sakit yang ditemupuh sejam dari Indramayu itu.

Dua Pekan kemudian, kondisi tubuh Khusiay membaik dan diperbolehkan pulang. Namun, Ia mesti kontrol setiap bulan untuk memantau perkembangan jantung. Dokter juga melarang Khusiyah melakukan pekerjaan berat agar kerja jantung lebih ringan. Oleh sebab itu, ia mempekerjakan seorang pramuwisma untuk membereskan pekerjaan rumah.

Perkenalan Khusiah dengan susu kambing ketika Hamdan mengikuti pelatihan wirausaha yang diselenggarakan kantor tempatnya bekerja pada September 2006. Dari sanalah Hamdan mengenal khasiat susu kambing bagi kesehatan. Mungkin susu kambing bisa menyembuhkan istri saya, batin Hamdan. Harap mafhum, hingga saat itu Khusiah masih terus berobat jalan. Itu pertanda penyakit jantung yang dideritanya belum juga sembuh.

Di akhir pelatihan Hamdan memesan 3 liter susu kambing. Tiba dirumah, susu itu diberikan kepada isteri tercinta. Khusiyah mengkonsumsi susu kambing 2 kali sehari, pagi dan malam sebelum tidur, masing-masing 1 sachet setara 200 ml.

Sepuluh bulan berselang, alamat kesembuhan mulai menghampiri. “mag saya tidak pernah kambuh lagi dan tubuh saya lebih segar,” katanya. Pada Ramadhan 2006, Ibu rumah tangga itu berpuasa sebulan penuh. Ia pun kembali mengambil alih pekerjaan rumah tangga yang tadinya dibebankan ke pramuwisma. Karena merasa kondisi tubuhnya membaik. “Saya berhenti berobat jalan tiga bulan lalu,” katanya.

 

MCT dan Niasin

Kesembuhan Khusiah diduga lantaran asam lemak rantai sedang yang terkandung dalam susu kambing. Menurut George F.W Haenlein phD, profesor ahli ternak University of Delaware, Amerika Serikat, susu kambing mengandung beberapa Medium Chain Triglycerides (MCT) alias trigliserida rantai sedang seperti asam kaproat, kaprilat, laurat,dan miristat, total 33%. Itu lebih tinggi ketimbang susu sapi yang hanya 17%. Dalam dunia kesehatan, MCT ampuh mengurangi penumpukan lemak dalam tubuh termasuk pembuluh darah jantung.

Pada sebuah penelitian terhadap hewan percobaan yang di beri perlakuan diet lemak tinggi yang mengandung MCT selama 44 hari, terbukti hanya menyimpan rata-rata 0,13% g lemak per hari. Jumlah itu jauh lebih rendah ketimbang hewan lain yang diberi lemak tinggi tetapi mengandung  long  chain  triglycerides (LCT)  alias trigliserida  rantai panjang. Hewan itu menyimpan 0,48 g lemak perhari. Penelitian itu menunjukan dengan mengkonsumsi MCT tubuh mengalami penurunan dalam menyimpan lemak.

            Kandungan niasin pada susu kambing mencapai 0,676 mg, susu sapi hanya 0,261 mg juga di duga andil menggerus timbunan lemak tubuh. Seperti di kutip  Micronutrient Information   Centre   Linus   Pauling   Institute   Oregon   State   Dinucleotide   (NAD) yang berperan mendegradasi karbohidrat, lemak, protein dan alkohol menjadi energi. Pantas bila kini bobot tubuh Khusiyah turun menjadi 70 Kg dari semula 75 Kg.

            Susu kambing juga bersifat basa sehingga berfaedah menetralisir asam lambung yang berlebih pada penderita mag. Jadi dengan seteguk susu kambing, dua penyakit terobati.

 

Disadur dari Majalah Tubus edisi 447 Februari 2007 oleh Ridwan Munir : www.susukambingorganik.com

ASMA HILANG TERHEMPAS SUSU KAMBING

Ida Rahmawati panik bukan kepalang ketika wajah buah hatinya Sekar Ayu Dyah Larasati membiru. Mata bocah 5 tahun itu terpejam. Napasnya tersengal-sengal seperti tercekik. Berkali-kali Ida menepuk-nepuk pipi anaknya, tetapi Dyah tak merespon. Ia bergegas membawa Dyah ke Rumah Sakit Usada Insani, Tangerang, Provinsi Banten. Diagnosis dokter, siswa Taman Kanak-kanak itu mengidap asma.


Bayangan 5 tahun silam melintas di benak Ida Rahmawati. Ia ingat persis, ‘pada umur 6 bulan, Dyah kerap batuk-batuk dari jam 02.00 sampai 04.00,’ ujar Ida. Dokter hanya meresepkan sirop obat batuk dan antibiotik. Beberapa bulan berselang, timbul gatal-gatal pada kulit. Ia pun kembali memeriksakan Dyah ke dokter. Hasilnya, Dyah divonis alergi susu sapi. Oleh karena itu Ida mengganti susu bubuk sapi dengan susu bubuk kedelai. Penggantian itu memang menghilangkan gatal-gatal pada kulit Dyah. Namun batuk pada malam hari tak kunjung reda.

 
Bahkan setahun kemudian, batuknya semakin parah. Napas tersengal-sengal seperti tercekik. Ida Rahmawati menyambangi dokter lain untuk mengetahui penyebab batuk berkepanjangan itu. Saat itulah ia tahu, Dyah mengidap asma karena alergi susu sapi. Sejak diagnosis asma itulah, Dyah yang saat itu berusia 2,5 tahun mengkonsumsi puyer antialergi 6 kali sehari. Kebiasaan itu berlangsung hingga Dyah berusia 7 tahun. Untuk memberikan pertolongan segera, Ida menyiapkan alat bantu pernapasan nebulizer dan tabung oksigen ukuran 80 cm.


Stres
Obat dan piranti itu tak juga membantu kesembuhan Dyah. Buktinya ia sering opname karena serangan asma. ‘Obat dan nebulizer sudah tidak mampu menolongnya,’ ujar sang bunda. Hampir setiap 6 bulan Dyah dirawat di rumahsakit selama 2-3 hari. Asma Dyah kambuh terutama saat udara panas. Di sekolah yang dilengkapi pendingin ruangan, asma Dyah tak pernah kambuh. Namun, begitu pulang karena udara panas napasnya terengah-engah.


Menurut dr Mohamad Soleh, asma bisa kambuh salah satunya bila dipicu stres. Stres bisa secara fisik maupun psikis. Stres fisik bisa karena panas, dingin, lelah atau karena penyakit lain. Asma Dyah kambuh saat udara panas bukan udara dingin seperti asma pada umumnya. Menurut dr Imelda Magaritha asma adalah gangguan pernapasan karena alergi. Gangguan itu berupa penyempitan saluran pernapasan yang menghambat udara keluar dari paru-paru. Asma dapat kambuh jika sistem kekebalan terpicu oleh penyebab alergi. Penyebab alergi berbeda setiap individu, misalnya alergi susu sapi, udara dingin, debu atau stres.


Ketika upaya penyembuhan secara medis tak menggembirakan, Ida mencoba pengobatan tradisional. Atas saran kerabatnya, ia memberikan berbagai obat tradisional seperti hati kelelawar, hati kura-kura, dan hati unta pada waktu yang berbeda. Dosisnya 50 gram 3 kali sehari. Sayang, kesembuhan itu belum juga muncul.


Toleransi
Pada Oktober 2005, seorang rekan menyarankan untuk mencoba susu kambing. Barharap kesembuhan pada anaknya, Ida pun menuruti saran itu. Ia memesan 10 liter dengan harga 15.000 per liter. Susu kambing dikemas 200 ml, Ida mesti memanaskannya sebelum memberikan susu itu kepada Dyah. Sekali minum Dyah menghabiskan 200 ml dengan frekuensi 3 kali sehari. Efek terlihat pada 3 bulan pertama. Batuk pada malam hari mereda dan napas tersengal tidak terdengar lagi.


Setelah 3 bulan mengkonsumsi susu kambing, asupan puyer antialergi dihentikan. Pada 3 bulan kedua susu kambing diberikan hanya 2 kali sehari. Untuk selanjutnya sampai sekarang Dyah tetap meminum susu kambing, tapi cukup sekali sehari. Setelah rutin mengkonsumsi susu kambing, setahun terakhir asma Dyah tidak pernah kambuh. Tidak ada lagi acara bolak-balik ke rumahsakit. Nebulizer yang setia memberi oksigen pun teronggok di sudut kamar.

Yang terpenting, gadis cilik berusia 9 tahun itu sudah bisa tertawa lepas saat bermain dengan teman-temannya. Tidak akan terdengar lagi larangan ibunya untuk menahan tawa dan gerakan kala asyik bermain. Bagaimana duduk perkara susu kambing mengobati asma? dr Imelda Margaritha menuturkan susu kambing meningkatkan daya tahan tubuh. Itu lantaran kandungan mineral berupa magnesium, klorida dan selenium yang bagus untuk metabolisme tubuh.


Susu kambing biasanya dikaitkan dengan asma karena alergi susu sapi. Jika seseorang alergi susu sapi, sebenarnya dia alergi dengan gula atau protein dalam susu sapi atau dikenal dengan sebutan ? A1 kasein; susu kambing, betakasein. Susu kambing hanya mengandung 4-4,1% gula laktosa sehingga masih ditolerir untuk orang yang alergi laktosa. Bandingkan dengan kadar laktosa susu sapi yang berkisar 4-7%

 

Jadi, penderita asma sembuh atau reda setelah minum susu kambing, berarti dia alergi dengan komponen yang ada pada susu sapi atau produk dari susu sapi. Jika tidak reda, maka pemicu asma bukan karena alergi dengan komponen tadi.


Susu kambing bisa dikonsumsi dalam bentuk cair, bubuk bahkan tablet. Dalam hal kestabilan zat aktif (protein, mineral, vitamin), susu kambing tablet lebih stabil daripada bubuk dan cair. Apa pun pilihannya, susu kambing terbukti mujarab mengatasi asma seperti yang dialami Sekar Ayu Dyah Larasati. (Nesia Artdiyasa)

Disadur dari Majalah Tubus edisi 449 April 2007 oleh Ridwan Munir : www.susukambingorganik.com

 

Saat Susu Kambing Berbilang Derita Flek Paru-Paru Hilang

Sebuah rumah di Cibuntu Kecamatan Ciampea Bogor, tampak muram, ayat-ayat surah Yasin terdengar dirembqang petang, mereka dudduk takzim di dekat tubuh Ujang Suhandi yang membujur, tiga jam sebelumnya Ujang terjatuh di kamar mandi setelah batuk berkepanjangan. Pria 52 tahun itu bertahun-tahun mengidap flek paru-paru. Dua jam ia koma, jantung tak lagi berdetak. Keluarganya yakin, Ujang  telah berpulang ke pangkuan Ilahi.

Itulah sebabnya keluarga Ujang amat kaget ketika laki-laki ramah itu siuman. Ia tampak amat letih penyebab itu semua adalah batuk berkepanjangan sejak 1997. Dadanya terasa nyeri ketika batuk mendera mirip petasan renceng. Ketika itu hawa panas menjalar hingga ke punggung dan perut.

Tubuh Ujang tampak  kurus kering. Ia tak segesit dulu. Nestapa itu dipicu oleh kebiasaan buruk merokok. Sehari saya menghabiskan 2 bungkus “ katanya mengenang. Kebiasaan menghirup batang rokok kini melahirkan sesal  yang sulit dihapuskan.

Toh, ia tak putus asa. Berrbagai obat dari  dokter sudah dihabiskan. Rumah sakit khusus paru-paru pun didatangi. Sayang, kesembuhan bak jauh api dari panggang. Hingga akhirnya ia jatuh di kamar mandi dan pingsan. Keesokan hari, seorang tetangga menyodorkan 2 gelas susu kambinng yang katanya berkhasiat obat. Masing-masing segelas diminum Ujang pagi dan sore. Rutinitas itu dijalaninya selama dua minggu hasilnya, batuk berangsur-angsur sembuh. Kondisi tubuh pun memperlihatkan kemajuan. Meski belum cek ke dokter lagi, Ujang merasakan napasnya jauh lebih lega.

Kasus serupa juag dialami Kaudi akibat terlalu banyak merokok. Ia divonis flek paru-paru setelah melakukan rontgen di salah satu rumah sakit di bogor, Jawa Barat. “Awalnya Cuma baruk biasa. Tapi duabulan nggak sembuh-sembuh,” ujarnya.

Tak hanya batuk. Napasnyapun terasa berat. Berjalan beberapa langkah saja amat sakit. Untuk tidur ia memilih bersandar dikursi. “Kalau berbaring dada semakin sesak,” Ujarnya. Penderitaan itu berdampak pada bobot badan yang menyusut drastic, dari 50 Kg menjadi 40 Kg dalam tempo seminggu.

Dokter yang merawatnya menyarankan agar kaudi juga meminum susu kambing untuk mempercepat penyembuhan. “Awalnya saya nggak percaya kalau susu itu berkhasiat obat. Demi kesembuhan akhirnya tetap saya minum,” kata Ayah dua anak itu. Segelas susu kambing segar diminum sebelum sarapan pagi; segelas, menjelanng tidur. Tiga bulan berselang Kaudi merasakan perubahan dalam tubuhnya. Dugaanya benar, saat dirontgen paru-paru terlihat bersih.

Disadur dari Majalah Tubus edisi 419 Oktober 2004 oleh : Ridwan Munir www.susukambingorganik.com

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.